KEGIATAN SHOLAT DHUHA DAN SHOLAT GHOIB UNTUK BENCANA SUMATRA DAN ACEH

Surabaya, 11 Desember 2025 – Rasa empati dan solidaritas kemanusiaan mengalir kuat dari hati para siswa dan siswi SMP Kemala Bhayangkari 6 Surabaya. Pada hari Kamis, 11 Desember 2025, seluruh warga sekolah melaksanakan kegiatan keagamaan yang sarat makna, yakni Sholat Dhuha berjamaah dilanjutkan dengan Sholat Ghaib, khusus didedikasikan untuk mendoakan para korban bencana alam yang melanda sebagian wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai religius dan kepedulian sosial, mengajarkan bahwa bantuan tidak hanya berupa materi, tetapi juga doa yang tulus. Acara diawali dengan pelaksanaan Sholat Dhuha secara berjamaah. Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu pagi hari hingga menjelang waktu Dzuhur. Sholat ini memiliki keutamaan besar, di antaranya membuka pintu rezeki dan mendatangkan keberkahan. Dipimpin langsung oleh Ustadz H. Azis, S.Ag., suasana khusyuk menyelimuti Mushola sekolah. Dalam ceramah singkatnya sebelum sholat, Ustadz H. Azis menekankan pentingnya bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT, serta menggunakan nikmat tersebut untuk berbuat kebaikan, termasuk mendoakan saudara sebangsa yang tertimpa musibah. Setelah Sholat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Sholat Ghaib. Sholat Ghaib adalah sholat jenazah yang dilakukan untuk mendoakan kaum Muslimin yang meninggal dunia di tempat yang jauh (ghaib), atau yang jenazahnya tidak dapat dihadirkan, seperti halnya para korban bencana alam yang belum ditemukan atau yang meninggal dalam kondisi sulit. Melalui Sholat Ghaib, siswa-siswi SMP Kemala Bhayangkari 6 Surabaya mengirimkan doa-doa terbaik mereka. Gerakan takbiratul ihram hingga salam dilakukan dengan penuh ketundukan, memohonkan ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT bagi para syuhada dan korban bencana. Tujuan Utama: Memohonkan rahmat, ampunan, dan melapangkan kubur bagi seluruh korban yang telah berpulang. Pesan Moral: Menunjukkan solidaritas tanpa batas dan bahwa jarak tidak menghalangi umat Islam untuk saling mendoakan. Kepala Sekolah, dalam sambutannya yang disampaikan usai Sholat Ghaib, mengapresiasi inisiatif para siswa dan dukungan dari seluruh dewan guru. Beliau berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi menjadi pemantik semangat kepedulian sosial di kalangan generasi muda. "Kami berharap, melalui Sholat Dhuha dan Ghaib ini, anak-anak kami tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Bencana di Sumatera Utara dan Aceh adalah duka kita bersama. Doa adalah kekuatan terbesar yang bisa kita berikan saat ini," ujar beliau. Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama, memohon keselamatan, ketabahan, dan pemulihan bagi seluruh masyarakat yang terdampak bencana. Semangat persatuan dan kepedulian yang ditunjukkan oleh siswa-siswi SMP Kemala Bhayangkari 6 Surabaya menjadi teladan nyata dari implementasi nilai-nilai Bhayangkari dan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PPDB TAHUN PELAJARAN 2020 - 2021

PENGUMUMAN KELULUSAN SISWA /I KELAS 9 SMP KEMALA BHAYANGKARI 6 TAHUN PELAJARAN 2019-2020

KUNJUNGAN BAPAK VETERAN DI SMP KEMALA BHAYANGKARI 6 SURABAYA