Program pengolahan sampah organik, mengubah limbah sayuran dari 'grebek pasar'
Surabaya, 11 Desember 2025 – Komitmen SMP Kemala Bhayangkari 6 Surabaya terhadap pendidikan lingkungan yang berkelanjutan (Adiwiyata) kembali diwujudkan melalui aksi nyata yang inspiratif. Pada hari Kamis, 11 Desember 2025, para Kader Adiwiyata sekolah tersebut sukses menjalankan program pengolahan sampah organik, mengubah limbah sayuran dari 'grebek pasar' menjadi kompos berkualitas tinggi yang siap dipasarkan.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan edukasi praktis kepada siswa tentang pentingnya daur ulang dan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.
Program ini diawali dengan kegiatan 'Grebek Pasar', di mana para Kader Adiwiyata secara langsung mendatangi pasar tradisional di sekitar Surabaya. Mereka berkoordinasi dengan pedagang untuk mengumpulkan sisa-sisa sayuran yang biasanya langsung dibuang.
"Kami mengedukasi pedagang bahwa sisa sayur ini bukan sampah, melainkan bahan baku bernilai. Ini adalah langkah awal kami dalam menjaga kebersihan lingkungan pasar dan menciptakan rantai nilai baru dari limbah," jelas salah satu guru pembimbing Program Adiwiyata.
Sampah organik berupa sisa sayuran yang berhasil dikumpulkan kemudian dibawa ke area pengolahan di sekolah. Di bawah bimbingan teknis, para siswa melalui serangkaian proses pengolahan yang ketat, antara lain:
Pencacahan dan Pencampuran: Sampah sayuran dicacah halus untuk mempercepat proses dekomposisi.
Fermentasi dan Pengomposan: Bahan dicampur dengan aktivator (seperti EM4 atau molase) dan dibiarkan mengalami proses fermentasi dalam waktu tertentu, diawasi suhunya agar bakteri pengurai bekerja optimal.
Pematangan: Kompos dipastikan benar-benar matang, ditandai dengan tekstur yang remah, warna gelap, dan tidak berbau menyengat.
Puncak dari kegiatan ini adalah proses packaging (pengemasan). Kompos yang sudah matang dan siap pakai kemudian dimasukkan ke dalam kemasan yang rapi dan menarik.
Pemberian label khusus "Kompos Organik SMP Kemala Bhayangkari 6 Surabaya" menjadi penanda kualitas dan identitas produk ramah lingkungan ini. Labelisasi ini menunjukkan bahwa produk tersebut adalah hasil karya otentik siswa dalam mendukung gerakan Adiwiyata.
Kepala SMP Kemala Bhayangkari 6 Surabaya menyatakan bahwa program ini memberikan dampak ganda yang sangat positif:
Aspek Lingkungan: Berkontribusi langsung mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.
Aspek Edukasi: Siswa belajar ilmu biologi dan kimia terapan secara langsung, memahami siklus nutrisi tanah.
Aspek Ekonomi Kreatif: Siswa mendapatkan pengalaman berwirausaha dari produk olahan sampah.
"Program Kader Adiwiyata ini bukan sekadar mengejar penghargaan. Ini adalah upaya kami untuk mencetak generasi yang sadar lingkungan, kreatif, dan mandiri. Kami bangga melihat kompos hasil karya siswa kami kini siap digunakan untuk menghijaukan kembali lingkungan," ujar beliau.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 11 Desember 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah memiliki peran sentral dalam mencetak agen perubahan lingkungan, mengubah yang tadinya dianggap limbah menjadi sumber daya yang bermanfaat.

Komentar
Posting Komentar